ETIKA PROFESI
AKUNTANSI
PENDAHULUAN ETIKA SEBAGAI TINJAUAN
NAMA
: VIRNA DHESTIRA PERMANA
NPM : 27212607
KELAS : 4EB24
FAK/JUR : EKONOMI/S-1 AKUNTANSI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2015
TUGAS I
PENDAHULUAN ETIKA SEBAGAI TINJAUAN
1.
PENGERTIAN
ETIKA
Etika yang berasal dari bahasa Yunani
Kuno “ethikos”, berarti “timbul dari kebiasaan”. Adalah sebuah sesuatu diamnan
dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang
menjadi studi mengenai standard an penilaian moral. Etika mencekup analisis dan
penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggungjawab. Menurut
St. John of Damascus (abad ke-7 Masehi) menempatkan etika di dalam kajian
filsafat praktis practical philosophy. Sedangkan Etika profesi adalah panduan dan aturan bagi
seleruh anggota baik yang berpraktik sebagai akuntan publik bekerja di
lingkungan dunia usaha pada instansi pemerintah, maupun di lingkungan dunia
pendidikan dalam pemenuhan tanggung jawab profesionalnya
Kita sebagai manusia diciptakan Tuhan
untuk saling berinteraksi satu sama lain karena pada dasarnya manusia merupakan
makhluk sosial. Hubungan sosial ini tentunya diperlukan suatu batasan diri
untuk menjaga segala sikap dan perbuatan agar menjadi manusia yang bertanggung
jawab terhadap lingkungannya. Salah satu hal yang dapat mengontrol tingkah laku
manusa adalah dengan etika. Etika berasal dari bahasa yunani yaitu ethos yang
berarti karakter, watak kesusilaan atau adat kebiasaan di mana etika
berhubungan erat dengan konsep individu atau kelompok sebagai alat penilai
kebenaran atau evaluasi terhadap sesuatu yang telah dilakukan.
Etika merupakan salah satu cabang ilmu
filsafat oksiologi membahas bidang etika yaitu tentang nilai keutamaan dan
bidang estetika, nilai – nilai keindahan serta pemilihan nilai – nilai
kebaikan.Etika dimulai bila manusia mereflesikan unsur-unsur etis dalam
pendapat spontan kita. Kebutuhan akan refleksi itu akan kita rasakan, antara
lain karena pendapat etis kita tidak jarang berbeda dengan pendapat orang lain,
untuk itulah diperlukan etika. Yaitu untuk mencari ilmu untuk mengetahui apa
yang seharusnya yang diperbuat oleh manusia.
Secara metodologis, tidak setiap hal
menilai perbuatan dapat dikatakan sebagai etika. Etika merupakan sikap kritis,
metodis, dan sistematis dalam melakukan refleksi. Karena itulah etika merupakan
suatu ilmu, obyek dari etika adalah tingkah laku manusia, akan tetapi berbeda
dengan ilmu-ilmu lain yang meneliti juga tingkah laku manusia. Etika memiliki
sudut pandang normative. Yang dimaksu etika melihat dari sudut baik dan buruk
terhadap perbuatan manusia.
masyarakat di lingkungan organisasi tersebut. Cukup banyak aturan dan ketentuan
dalam organisasi yang mengatur struktur hubungan individu atau kelompok dalam
organisasi serta dengan masyarakat di lingkungannya sehingga menjadi kode etik
atau pola perilaku anggota organisasi bersangkutan.
2.
Prinsip
– prinsip Etika
a)
Absolutisme Etika
Absolutisme artinya dari kata asal
absolut yang artinya mutlak
merupakan paham yang percaya bahwa segala sesuatu yang ada memiliki sifat
mutlak dan universal. Yang didefinisikan dapat diartikan sebagai paham etika
yang menekankan prinsip moral itu universal. Berlaku untuk siapa saja, dan di
mana saja. Tidak ada kata tawar menawar dalam prinsip ini, juga tidak
tergantung pada adanya kondisi yang membuat prinsip moral dapat berubah. Untuk
memahami gambaran besarnya diperhatikan contoh berikut ini :
·
Bagaimana pun adapun alasanya membunuh
adalah perbuatan tidak normal.
·
Mencuri adalah perbuatan yang keji dan
tidak bermoral.
·
Mengambil hak orang lain adalah
perbuatan yang tidak mempunyai etika.
b) Relativitas
Etika
Relativitas dari kata “bergantung pada…
/ berkaita dengan”. Yaitu paham yang percaya bahwa segala sesuatu itu dapat
bersifat tidak mutlak, mulai dari pengetahuan maupun prinsip disiplin ilmu.
Terkait dengan istilah relativisme etika, yaitu “relativisme etika adalah
pandangan bahwa tidak ada prinsip moral yang benar secara universal, kebenaran
semua prinsip moral bersifat relative terhadap budaya atau pilihan individu”
Untuk memahami gambaran besarnya diperhatikan contoh berikut ini :
·
Membunuh itu bisa benar dan juga bisa
salah tergantung apa tujuan orang melakukan pembunuhan.
·
Menolong itu bisa positif maupun hal
yang negatif tergantung apa tujuan menolong dalam arti kebenaran atau kesalahan.
Kedua prinsip ini merupakan prinsip yang
saling bertentangan satu sama lain. Adanya pertentangan ini disebabkan oleh
pebedaan pandangan tentang moral. Keberadaan kedua prinsip etika ini sudah ada
sejak jaman 500SM.
Etika memiliki
prinsip – prinsip yang mendasari etika sebagai ilmu yang mengajarkan nilai –
nilai kebenaran. Prinsip – prinsip etika tersebut adalah :
·
Prinsip
Keindahan
Prinsip ini mendasari segala sesuatu yang mencakup
penikmatan rasa senang terhadap keindahan. Berdasarkan prinsip ini, manusia
memperhatikan nilai – nilai keindahan dan ingin menampakkan sesuatu yang indah
dalam perilakunya. Misalnya dalam berpakaian, penataan ruang, dan sebagainya
sehingga membuatnya lebih bersemangat untuk bekerja.
·
Prinsip
Persamaan
Setiap manusia pada hakikatnya memiliki hak dan tanggung
jawab yang sama, sehingga muncul tuntutan terhadap persamaan hak antara laki –
laki dan perempuan, persamaan ras, serta persamaan dalam berbagai bidang
lainnya. Prinsip ini melandasi perilaku yang tidak diskrminatif atas dasar
apapun.
·
Prinsip
Kebaikan
Prinsip ini mendasari perilaku individu untuk selalu
berupaya berbuat kebaikan dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Prinsip ini
biasanya berkenaan dengan nilai – nilai kemanusiaan seperti hormat –
menghormati, kasih sayang, membantu orang lain, dan sebagainya. Manusia pada
hakikatnya selalu ingin berbuat baik, karena dengan berbuat baik dia akan dapat
diterima oleh lingkungannya. Penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan yang
diberikan kepada masyarakat sesungguhnya bertujuan untuk menciptakan kebaikan
bagi masyarakat.
·
Prinsip
Keadilan
Pengertian keadilan adalah kemauan yang tetap dan kekal
untuk memberikan kepada setiap orang apa yang semestinya mereka peroleh. Oleh
karena itu, prinsip ini mendasari seseorang untuk bertindak adil dan
proporsional serta tidak mengambil sesuatu yang menjadi hak orang lain.
·
Prinsip
Kebebasan
Kebebasan dapat diartikan sebagai keleluasaan individu
untuk bertindak atau tidak bertindak sesuai dengan pilihannya sendiri. Dalam
prinsip kehidupan dan hak asasi manusia, setiap manusia mempunyai hak untuk
melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknya sendiri sepanjang tidak merugikan
atau mengganggu hak – hak orang lain. Oleh karena itu, setiap kebebasan harus
diikuti dengan tanggung jawab sehingga manusia tidak melakukan tindakan yang
semena – mena kepada orang lain. Untuk itu kebebasan individu disini diartikan
sebagai : kemampuan untuk berbuat sesuatu atau menentukan pilihan, kemampuan
yang memungkinkan manusia untuk melaksanakan pilihannya tersebut, kemampuan
untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
·
Prinsip
Kebenaran
Kebenaran biasanya digunakan dalam logika keilmuan yang
muncul dari hasil pemikiran yang logis/rasional. Kebenaran harus dapat
dibuktikan dan ditunjukkan agar kebenaran itu dapat diyakini oleh individu dan
masyarakat. Tidak setiap kebenaran dapat diterima sebagai suatu kebenaran
apabila belum dapat dibuktikan.Semua prinsip yang telah diuraikan itu merupakan
prasyarat dasar dalam pengembangan nilai – nilai etika atau kode etik dalam
hubungan antar individu, individu dengan masyarakat, dengan pemerintah, dan
sebagainya. Etika yang disusun sebagai aturan hukum yang akan mengatur
kehidupan manusia, masyarakat, organisasi, instansi pemerintah, dan pegawai
harus benar – benar dapat menjamin terciptanya keindahan, persamaan, kebaikan,
keadilan, kebebasan, dan kebenaran bagi setiap orang.
3.
BASIS TEORI ETIKA
·
Etika
Teleologi.
Istilah teleologi berasal dari bahasa Yunani, telos yang
artinya adalah tujuan, di mana etika teleologi mengandung arti mengenai
mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai
dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan
tersebut.
·
Deontologi
Istilah dentologi berasal dari bahasa Yunani, deon yang
berarti kewajiban, di mana yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan kita
sebagai manusia adalah kewajiban. Pendekatan deontologi sudah diterima dalam
konteks agama, sekarang juga merupakan salah satu teori etika yang terpenting.
·
Teori
Hak
Dalam pemikiran moral dewasa ini, teori hak adalah
pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya suatu
perbuatan atau perilaku manusia. Teori Hak merupakan suatu aspek dari teori
deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua
sisi uang logam yang sama. Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat
semua manusia itu sama. Karena itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran
demokratis.
·
Teori
Keutamaan (Virtue)
Dimana mengandung arti memandang sikap atau akhlak
seseorang. Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur,
atau murah hati dan sebagainya. Keutamaan bisa didefinisikan sebagai disposisi
watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan dia untuk bertingkah laku
baik secara moral. Contoh keutamaan adalah kebijaksanaan, keadilan, suka
bekerja keras, dan hidup yang baik.
Etika adalah suatu perbuatan yang
melakukan tentang aturan baik dan buruk, beretika dalam kegiatan apapun adalah
awal dari keberhasilan emnentukan suatu tindakan. Bisnis yang sukses tidak
hanya dilihat dari hasil usahanya saja,tetapi juga dilihat dari perilaku dan
kepantasan terhadap pelayanan proses berbisnis.
Namun pada umumnya banyak perusahaan
yang mengesampingkan etika demi tercapainya keuntunagn yang optimal, hanya
mengedepankan kepentingan pihak tertentu saja, sehingga menggeser proritas
perusahaan dalam membangun kepedulian di masyarakat. Kecenderungan itu
memunculkan manipulasi dan penyelewengan untuk lebih mengarah pada tercapainya
kepentingan perusahaan. praktek penyimpangan ini terjadi tidak hanya di
perusahaan di Indonesia. Namun terjadi pula kasus-kasus penting di luar negri.
4.
EGOISM (EGOISME)
Egoism dari asal kata “Ego” diri
pribadi, pengalaman pribadi mengenai diri sendiri dan dari kata “Egois” yang
bisa diarikan orang yang mengutamakan dirinya sendiri.
Dengan adanya perilaku yang menentukan
penilaian baik atau buruknya tindakan maka egoism ini adalah merupakan aspek
terpenting dalam menjalankan keputusan dalam sifat dasar manusia, maka akan
mengakibatkan mementingkan kepentingan pribadi, sehingga kepentingan tanggung
jawab terhadap kelompok kurang begitu diperhatikan. Jadi egoism merupakan sifat
yang bersifat positif maupun negatif.
CONTOH KASUS :
Audit Investigasi
dan Forensik Petral
Direktur Utama PT Pertamina (Persero)
Dwi Soetjipto menegaskan, bila audit investigasi dan forensik PT Pertamina
Energy Trading Limited (Petral) masih terus berjalan. Akhir tahun ditargetkan
audit tersebut bisa diselesaikan.
"Ya kalau audit bisa selesai
setahun, kalau tidak ada kasus hukum ya selesai setahun," kata Dwi ditemui
di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (19/10/2015).
Ia
berjanji, hasil audit Petral tidak ada yang ditutupi, termasuk bila ada pihak
yang tersangkut dalam audit Petral tersebut."Nggak akan ditutupi. Kita kan
harus bangun kepercayaan lebih, karena ini yang kita butuhkan bagaimana bangun
kepercayaan publik ke Pertamina," katanya.
Dwi menambahkan, pihaknya berencana
ingin membentuk anak usaha baru yang fungsinya sama seperti Petral. Karena
perusahaan trading bagi sebuah perusahaan minyak dan gas bumi penting.
"Kemungkinan kita sedang amati
seberapa jauh kondisi saat ini kalau kita kembangkan international trading atau
yang tangani masalah transportasi internasional. Kalau ada baiknya Pertamina
kembangkan, ya kita lihat. Sebetulnya Pertamina kan punya up stream
internasional di Aljazair dan Malaysia. Kalau best practice dari seluruhnya kan
juga memiliki internasional di down stream juga harusnya," tutup Dwi.
Referensi
:
http://dendyraharjo.blogspot.co.id/2013/12/pendahuluan-etika-sebagai-tinjauan.html
http://brainly.co.id/tugas/503066
contoh
kasus :
http://finance.detik.com/read/2015/10/19/165852/3047758/1034/audit-investigasi-dan-forensik-petral-belum-tuntas

Tidak ada komentar:
Posting Komentar